Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Maret 2016

Lomba Tongklek Telkomsel Tuban 2016

Assalamualaikum Wr.Wb

Kali ini saya akan membagikan cuplikan video tongklek Telkomsel Tuban 2016 yang diadakan di Rest Area Tuban. Monggo di persani :

Tombo Ati




Sekar Sari





Sekar Kamudita






Nurul Iman






Malem 9







Laras Kencono






Kenong Stone


Maaf video video di atas hanya beberapa peserta yang ikut Grand Final.

Sekian dan Terimakasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Rabu, 16 Desember 2015

Kumpulan Video Tong-Tong Madura

Berikut ini saya bagikan beberapa video tong-tong khas Madura :






Sekian dan Terimakasih
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Mengenal Musik Tong - Tong, Madura Punya...!!!

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Kali ini saya mau share salah satu kearifan lokal pulau tetangga, yaitu pulau MADURA yang terkenal akan Karapan Sapi. Selain itu, Madura juga memiliki kesenian musik yang unik dan keren pastinya.
Silahkan disimak baik-baik......

Musik tong-tong  adalah musik tradisional Madura yang pada awalnya dimainkan sebagai penggugah saat sahur.  Alat utama dari musik ini adalah tong tong (kentongan).
Tong tong  bisa dibuat dari bambu atau kayu. Pada mulanya, musik ini hanya terdiri dari tiga nada, yakni tinggi, sedang, dan rendah. Kemudian, musik ini berkembang dan dimainkan bersama alat musik lainnya. Namun, cara memainkannya tetap keras bertalu-talu.
Musik yang bertalu-talu dianggap menggambarkan kegembiraan orang Madura. Memang, baik tong tong maupun saronin biasanya dimainkan dalam suasana riang gembira. Misalnya pada acara karapan sapi, sapi sono, atau kemeriahan sejenis lainnya.



Seni Musik Tong-Tong, sejak beberapa tahun terakhir ini tampaknya menjadi fenomena baru dalam kontelasi musik lokal di Madura. Musik Tong- Tong adalah musik dengan peralatan dari bambu dan dibuat dengan model sederhana ini, tapi mampu menghadirkan bunyi yang rancak dan tak kalah indah dari musik modern, merupakan kekayaan lokal yang mampu mewarnai kehidupan masyarakat, terutama di Madura.
Tong-Tong yang dalam kehidupan masyarakat kampung hanya dimanfaatkan terbatas untuk memberi peringatan atau isyarat saat ada kejadian-kejadian penting, misalnya saat ada pencurian, akan dimulainya kegiatan-kegiatan desa dan saat ada kejadian-keja dian yang lain, kini telah dihadirkan menjadi seperangkat alat musik yang mampu melahirkan musik yang menarik. Artinya, Tong-Tong pada awalnya tidak lebih hanya sekedar berbunyi. Sehingga nyaris kekayaan lokal ini hilang dari kehidupan masyarakat ketika segala bunyi-bu nyian mampu diciptakan dengan nuansa yang lebih menarik dan berwama kekinian.


 Akan tetapi, dengan kreatifitas yang tinggi masyarakat Madura, Tong-Tong yang sangat sederhanapun mampu disulap menjadi seperangkat alat musik yang tidak kalah indah dan menarik dari pada musik modern. Musik Tong-Tong, selain sebagai perwujudan lain seni musik, juga memiliki karakter khas suatu kebudayaan yang mampu beradaptasi dengan kehidupan masa kini. Seni musik Tong-Tong, bukan hanya menjadi alat musik penghibur, tetapi sebagai bukti bahwa setiap kekayaan lokal tidak bisa langsung diputuskan harus ditinggalkan dan dibiarkan.
Dengan segala keunikannya, musik Tong-Tong, telah mampu membuktikan sebagai seni yang juga bisa mewarnai kontelasi seni musik modern. Tong-Tong adalah khazanah kebudayaan Madura, yang sangat bernafaskan seni lokal dan mencerminkan tentang karakteristik kondisi Madura yang sesungguhnya. Tong-Tong tidak hanya memberikan keindahan bunyi, tetapi juga memberikan ajaran tentang keluhuran nilai-nilai seni lokal. Dengan perangkat dari bambu, memang terkesan musik Tong-Tong terlalu sederhana.
Tapi, di balik kesederhaan itulah, Tong-Tong tampaknya mengajarkan tentang sebuah fenomena yang sangat unik. Dengan kata lain, kesederhaan akan melahirkan sesuatu yang luar biasa apabila dilakukan dengan komitmen gotong royong yang sangat tinggi. Musik Tong-Tong adalah perpaduan dari nilai-nilai kebudayaan Madura, yang mengajar kan tentang kebersamaan, sehingga melahirkan kesatuan bunyi yang sangat indah serta tetap dengan ciri khusus lokalitasnya : musik berkarakter Madura. Baca juga Kumpulan Video Tong-Tong Madura



Sabtu, 14 November 2015

Kumpulan Video Tongklek

Assalamualaikum Wr.Wb
Kali ini saya akan memosting video tongklek

Mengenal Tongklek "Tradisi Wali Menjelang Sahur" :




Festival Tongklek 14 Juli 2015 di Jetak, Montong, Tuban :



Festival Tongklek GOR Tuban, Jawa Timur :





NEW UPDATE :

Cuplikan Festival Tongklek BRI Tuban 2015







Sekian dan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Tongklek Tuban

Assalamu'alaikum Wr. Wb.Kali ini saya ingin men-share salah satu kebudayaan khas kota saya tercinta TUBAN. Selain terkenal dengan sebutan Tuban Bumi Wali, Tuban juga terkenal dengan kota Toak. Siapa yang tidak kenal Toak? Silahkan mampir sendiri ke Tuban. Selain itu Tuban juga terkenal dengan Kota Seribu Goa. Wihh banyak bener ya julukannya :vOke, lanjut ke inti. Tuban memiliki salah satu seni musik tradisional yang unik dan keren tentunya. Namanya adalah TONGKLEK. Seperti apa sih uniknya, monggo disimak.......

Tongklek, Tradisi Wali Menjelang Sahur

Keberadaan alarm, pengeras suara, dan penanda waktu lainnya membuat kesenian Tongklek kian tersisihkan. Dulu, seni musik Tongklek sangat membantu masyarakat bangun untuk makan sahur saat bulan puasa.
Karena jika musik Tongklek dimainkan, pertanda waktu sahur telah tiba. Untuk melestarikan seni musik Tongklek, sekira 100 kelompok ikut andil dalam Festival Musik Tongklek (FMT) Tuban yang digelar akhir pekan lalu. FMT Tuban yang digelar pelajar NU itu membuat malam yang biasanya tenang, menjadi meriah. "Kita mencoba melestarikan budaya yang semakin terkikis," terang Imam Masduki, salah satu panitia FMT.


Musik Tongklek selama ini lebih dikenal sebagai musik patrol atau ronda. Karena, musik yang dimainkan dengan alat tradisional seadanya itu biasanya untuk ronda keliling kampung. Dan saat bulan puasa, musik Tongklek dimainkan untuk membangunkan warga saat makan sahur. Meski menggunakan alat musik seadanya, alunan musik Tongklek punya kekhasan tersendiri dan enak di telinga. Saat dimainkan, menghadirkan suasana religi bagi warga yang melakukan puasa.

Menurut dia, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali budaya masyarakat Tuban yang mulai terkikis. Sehingga, generasi muda banyak yang tidak mengetahui tradisi musik Tongklek tersebut. "Ini budaya khas kita yang perlu dipertahankan. Jangan sampai dicuri pihak lain karena kita tidak bisa merawatnya," katanya.



FMT yang digelar tengah malam hingga menjelang sahur itu, merupakan rangkaian dari kegiatan Gema Ramadhan yang digelar oleh Ikatan Pelajar Nahdalatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Purti Nahdalatul Ulama(IPPNU) Cabang Tuban. Selain FMT juga digelar Festival Rebana se-Karisidenan Bojonegoro.

Dalam festival itu, ada beberapa syarat bagi peserta di antaranya alat musik tidak boleh alat musik moderen. Peserta juga harus melantunkan sya'ir-sya'ri Islam yang lagi popular saat ini. Syarat itu sebagai kekhasan musik Tongklek yang dimainkan peserta. "Sebagai semangat, kita juga undang seniman dari luar Kabupaten Tuban," terangnya.

Sementara itu, saat festival berlangsung ribuan masyarakat Tuban tumplek di sepanjang jalan yang dilalui peserta. Di antaranya Jalan Diponegoro, Basuki Rahmat, Pemuda, dan Panglima Sudirman. Bahkan hingga pukul 02.30 WIB sebagian masyarakat masih terlihat asyik menyaksikan festival sembari menunggu waktu sahur. "Sekalian nunggu makan sahur Mas," kata Hartono warga Jalan Basuki Rahmat yang membawa serta keluarganya menyaksikan FMT.

Tradisi Tongklek sendiri, sebenarnya bukan tradisi baru. Karena semasa Wali Songo, musik Tongklek sudah banyak dimainkan. Menurut H Noor Faiko Sumjarno Sekretaris Tanfidz PC NU Tuban, musik Tongklek sebenarnya musik para waliyullah. Zaman dulu musik tersebut untuk pendekatan pada masyarakat yang gemar dengan musik, sebelum dikenalkan tentang ajaran Islam. "Jadi tak hanya musik patrol saja," terangnya.

Dia sangat bersyukur dengan digelarnya FMT. Karena, festival itu mampu menghidupkan tradisi yang sudah banyak asing di telinga pelajar dan generasi muda saat ini. Mereka lebih kenal dengan musik modern dan tradisinya sendiri dilupakan. "Musik patrol atau tongklek sebenarnya ciptaan para waliyullah yang digunakan untuk menyebarkan ajaran Islam," terangnya. Baca juga Kumpulan Video Tongklek Tuban


Sumber